lentera bumi nusantara

SEJARAH PEMBUATAN BILAH DI CIHERAS

Ternyata turbin pertama dalam sejarah LBN (dulu: Lentera Angin Nusantara) bukanlah turbin berbilah 3, melainkan 5. Dan berjenis membesar ke ujung. Inilah turbin angin pertama @ricky_elson yang dibuat di Jepang sebelum the Sky Dancer 500 W. Pengujian awal di Indonesia dilakukan tahun 2011, di Bandung dan Cirebon. Dengan anggota tim perintis saat itu para alumni Teknik Penerbangan, Kelautan, dan Industri ITB.

Kemudian dibawa masuk lah TSD-500 turbin berbilah 3 berjenis mengecil ke ujung. Tiga set turbin ini dipasang di Ciheras sebagai bahan penelitian. Turbin inilah yang juga dipasang di Sumba pada tahun 2013.

Tahun 2014 dibuatlah banyak set bilah kayu berjenis taperless/rata ke ujung bekerjasama dengan Pak Imam dari Lumajang. Namun masih menghadapi kendala utama yaitu keseragaman dan kepresisian bentuk.

Bilah kayu pertama yang dibuat di Ciheras ialah tahun 2014 oleh 2 orang mahasiswa Teknik Pertanian (ga nyangka kan) UNPAD @persepsisemu.

Cerita Ciheras, Ciheras University, Lentera Bumi Nusantara, Ricky Elson 127.PNG

Kemudian tahun 2015, Hendrik dari Sumba pertama kali membuat bilah ‘two-bladed’ dari kayu ‘tanpa perhitungan’ alias bekerja menggunakan keterampilan dan intuisi. Dari situ para mahasiswa mulai tertarik untuk membuat bilah.

Dimulai dari @arrazi_johan dari STT-PLN yang membuat turbin Cinta yang berdasarkan desain master Hugh Piggott yang dimodifikasi. Dilanjutkan oleh tim Teknik Mesin POLINDRA @suhenda02 @alaziz_muhammad yang pertama kali membuat bilah non-putih alias Pink yang namanya juga turbin Cinta.

Dari situ muncul anekdot ‘GAK BIKIN BILAH GAK LAKI’ sehingga tim Poltek Caltex Riau pun terpaksa memperpanjang KP gak mau pulang karena semboyan mereka ‘Pantang Pulang Sebelum Terpasang’. Pada saat itu pembuatan bilah masih primitif karena hanya menggunakan tools manual seperti golok, pahat, amplas, gergaji, ketam manual. Tanpa mesin sama sekali kecuali untuk lubang bor. Pembuatan 1 bilah bisa 3 hari. Tapi yang jelas bisa dilakukan oleh siapapun.

Dan hingga kini pembuatan bilah dengan segala pengembangannya masih menjadi tradisi turun-temurun di Ciheras khususnya bagi yang merasa anak Teknik Mesin.

Setelah terbukti bahwa pembuatan bilah dengan alat-alat manual bisa dilakukan oleh siapapun, kami pun melakukan pengembangan. Khususnya agar bentuknya bisa semakin presisi, dan dapat produksi untuk jumlah banyak. Yaitu pembuatan bilah kayu dengan bantuan mesin.
Bila pembuatan bilah manual ditujukan agar warga/siapapun bisa membuat bilah bahkan dengan resource yang paling terbatas. Maka pembuatan bilah kayu dengan bantuan mesin dimaksudkan ke arah produksi dengan jumlah banyak.

Cerita Ciheras, Ciheras University, Lentera Bumi Nusantara, Ricky Elson 128.PNG

Pertengahan tahun 2015, kami bersama dengan tim Puslitbang PLN bekerjasama membuat bilah untuk kapasitas 2 kW yang dibuat dengan CNC. Desainnya dibuat oleh mbak @inayahzahra. Panjang bilahnya = tinggi badannya (coba tebak). Untuk membuatnya kami dibantu oleh tim Pak @tahufix dari Semarang.

Dari situ kami pun belajar tentang karakteristik kayu, khususnya bila dikenai permesinan. Tentang pentingnya perlakuan pada kayu sebelum dibentuk dengan mesin CNC. Juga belajar tentang bagaimana mengoperasikan mesin CNC.

Kami pun belajar lagi dengan Pak Yohanes Sutarto dari pasarkayu.com dan Pak Munir @asad_muhaymin19 dari Solo. Dari mereka kami belajar tentang pengeringan dan pemilihan serta karakteristik kayu.

Lalu bersama Pak Munir kami belajar di workshopnya tentang bagaimana membuat garis bantu, membuat bilah dengan bantuan mesin seperti gergaji mesin, mesin ketam, dan gerinda.

Berbekal pengetahuan dan pengalaman itu lah di Ciheras mulai dipraktekkan pembuatan bilah dengan bantuan mesin. Berkat hibah mesin dari sahabat LBN yang baik hati. Kami juga membuat modul pembuatan bilah kayu baik manual maupun dengan bantuan mesin.

Yang pertama kali membuat bilah dengan bantuan mesin ialah tim Bilah UNDANA Kupang pada tahun 2016, dibantu teman-teman dari ITP Padang dan UNEJ Jember. Akhirnya mereka bisa membuat 1 bilah dalam waktu 1 hari. Dan karena itu semakin banyak hingga kini mahasiswa yang tertarik membuat bilah.

2 thoughts on “SEJARAH PEMBUATAN BILAH DI CIHERAS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *