ciheras university

SAWUNG

HEYOO… Sebelumnya perkenalkan, aku Basori Hidayatullah atau biasa dipanggil Babae. Salah satu alumnus dari Ciheras University dan berasal dari Universitas Negeri Semarang. Aku kerja praktek pada periode Juli – Agustus 2017. Dan di sini aku ingin menceritakan tentang sebuah tempat yang mungkin baru hanya ada satu di Indonesia. Berlabelkan PT Lentera Bumi Nusantara, namun yang ku lihat sangatlah berbeda, tidak seperti yang lainnya.

Dari yang berbeda ini banyak sekali yang aku dapatkan untuk diriku dan bisa aku bagikan untuk orang lain. Namun, jika semua diceritakan di sini nggak akan cukup. Dari sekian banyak hal ada salah satu yang sangat pengen aku ceritakan kepada teman-teman. Yaitu tempat yang menurutku paling nyaman di LBN. Sawung namanya, yang merupakan salah satu tempat tersibuk di sana. Tempat ini merupakan tempat yang hanya terbuat dari alas bambu dan dilapisi tripleks, atap yang hanya terbuat dari banner bekas dan juga terpal sangatlah terasa sederhana dan nyaman. Apa sih sebenarnya yang istimewa? Cerita sedikit deh sebelum ada jawabannya. Pertama kali datang ke Ciheras adalah pengalaman pertamaku, dan
juga pertama kali naik motor ke Jawa Barat. Sangat menarik menurutku.
Pertama ke Ciheras aku belum mengenal dengan tempat istimewa tadi, aku tidur malam pertama di office atau kantor dari Kak Inay bekerja. Hihi tapi berhubung waktu itu ga ada Kak Inay dan disaranin tidur di office sama Bang Hendrik bersama anak-anak KP lainnya yang juga tidur di situ. Dan yang ekstrim malam keduanya aku mencoba tidur di pasir dekat lapangan volley. Yah meskipun tidak disarankan tapi aku sangat penasaran. Dan ternyata memang tidak aku rekomendasikan juga akhirnya hihi, badan serasa sakit semua waktu bangun di pagi harinya. Tapi kalau ada yang mau mencoba why not? Hehehehe. Pernah juga aku coba bersama anak KP dari Makasar untuk tidur di atas rumah masa depan. Bagi yang belum tahu,
mungkin nanti ada yang akan menceritakannya juga. Kalau nggak datang saja untuk melihat langsung ke sana. Namun rumah masa depan pun masih terlampau jauh suasananya dibandingkan dengan sawung. Yang menurutku ramah sekali hahaha. Sampai-sampai matahari muncul pun kita masih asyik tidur.

Satu minggu berlalu di Ciheras dan aku baru tertarik untuk tinggal di sana. Bersama dengan beberapa anak KP lainnya. Memang aku baru pertama kali tidur di sawung, namun rasannya bikin ketagihan, padahal kalau dibandingkan Hotel Kalifornia mungkin kebanyakan orang lebih memilih hotelnya. Setelah itu setiap hari aku tidur, dan belajar di sana. Sampai-sampai aku beli hammock agar merasa lebih nyaman tidurnya, hehehe. Dan setelah itu, setiap hari aku tidur di tempat itu, sampai-sampai anak-anak yang tidur di situ memiliki julukan penghuni sawung. Di sawung ini berbagai aktifitas terjadi, mulai dari pagi dengan ditandai datangnya
bapak-bapak yang jualan donat akan menjadi daya tarik bagi seluruh penghuni Ciheras University dan juga akan membangunkan anak-anak KP yang masih pada molor karena belajar yang sampai larut. Terus siangnya setelah briefing, sawung ini digunakan untuk menjadi tempat belajar bagi anak-anak KP, terutama anak bilah hahaha, karena hampir semua penghuni sawung adalah tim bilah. Sehingga bisa dikatakan juga rumah bilah hehehe. Bukan sampai di situ saja, sawung ini juga merupakan tempat diskusi sekaligus nongkrong anak-anak KP karena lokasinya
juga yang strategis. Apalagi waktu kemaren bertepatan dengan hari raya kurban. Karena tepat bersebelahan dengan tempat kambing dan domba diikat, anak-anak KP yang menjadi penghuni sawung diminta untuk ronda jaga. Mulai dari main UNO, gaplek, sampai bakar sate lokasinya di sekitar sawung. Tak heran ini merupakan tempat favoritku. Namun semakin kesini tempat ini mulai merapuh karena terkena terik matahari dan juga hujan. Sempat ada keinginan untuk merenovasi, namun sayang waktu yang kita punya sangatlah singkat di sana. Terakhir, sangat berat sekali untuk meninggalkan tempat itu, karena hampir setiap canda tawa dan kenangan bersama tertinggal di sana, dari mulai masih banyaknya mahasiswa KP di sana sampai tinggal sekitar 19 orang sebelum aku juga benar- benar meninggalkan tempat itu. Hey sawung, kapan kita bisa bersua kembali? Meskipun ada waktu, namun belum tentu aku bisa mengunjungimu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *