ciheras university

CERITA CIHERAS

From Rangga Pujianto Wijaya
Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi
Universitas Gadjah Mada

Tanggal 24 Desember 2017, jam 07.30, saya berangkat dari Yogya menuju Ciheras. Saya pergi berdua dengan teman saya yaitu Fariz. Perjalanan menuju Ciheras kami tempuh dengan menggunakan bus. Perjalanan dari Yogya ke Tasik terasa menyenangkan tetapi hal itu langsung berubah 180 derajat, ketika dari Tasikmalaya ke Ciheras harus melewati jalan anak sapi yang berkelok-kelok. Perjalanan itu cukup membuat saya mabuk darat, tapi untungnya tidak sampai muntah wkwk. Mungkin karena sebelumnya tidak minum an**timo kali ya hahaha.

Saya tiba di Ciheras jam 10 malam dan karena sebelumnya saya belum makan, maka saya singgah dulu di rumah makan Teh Mumut. Setelah makan saya pun pergi ke site LBN, tapi hal yang saya jumpai adalah gelap gulita. Tidak ada lampu penerangan di sisi jalan masuk LBN. Saya pun berpikir kenapa tempat pengembangan kincir angin tidak ada lampunya ya? Rupanya ada alasannya kenapa tidak ada penerangan. Itu karena agar kita merasakan bagaimana susahnya jika tidak ada listrik, dan begitulah yang dirasakan saudara-saudara kita di pelosok negeri sana yang belum mendapatkan listrik.

Setibanya di site LBN, yang saya temukan adalah tempat yang sederhana dan tidak setinggi ekspektasi saya, pondok-pondok yang ada terbuat dari kayu, dan pada malam itu saya tidur beralaskan lantai dan
sleeping bag.

Pagi pun telah datang dan saya berusaha membiasakan untuk tinggal di sini karena KP saya berlangsung selama sebulan. Rupanya kesederhanaan Ciheras itu bagi saya sangat menyenangkan, karena di sini saya lebih berbaur dengan alam. Dan pada akhirnya saya terbiasa tinggal di sini.

Di LBN ada beberapa peminatan yang bisa diambil ketika KP, yaitu perancangan generator, perancangan bilah, controller dan data logger. Selain itu juga bisa mempelajari penyulingan dan teknik pengolahan pangan.

Saya memutuskan untuk mempelajari data logger karena peminatan ini sangat erat kaitannya dengan jurusan saya. Di sini, ada agenda wajib yang kita lakukan yaitu briefing pagi setiap jam 08.00 yang berisi tentang target kita selama seharian. Dan pada malamnya ada agenda evaluasi jam 20.00 di mana di sini kita dituntut untuk mengutarakan apakah agenda yang kita rencanakan selama sehari ini berjalan lancar atau tidak. Ada hal istimewa ketika briefing dan eval yaitu setelah kita selesai briefing dan eval Bang Ricky hampir selalu membacakan buku tentang revolusi pemikiran.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa ketika Bang Ricky membacakan buku tentang revolusi pemikiran karena saya sudah sering mendengarkan motivasi yang seperti itu, tapi ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Yaitu ketika Bang Ricky menyampaikannya dengan sungguh-sungguh dan tulus serta Bang Ricky juga selalu menceritakan pengalamannya dan itu merupakan hal yang berkesan bagi saya. Sampai saat ini saya rindu dibacakan buku oleh beliau. Untuk mengatasi kerinduan itu, saya biasanya
memutar rekaman pembacaan buku oleh Bang Ricky di handphone saya.
Keseharian saya di LBN hampir sama, tetapi dengan meningkatkan progress pengerjaan data logger. Hal yang paling saya senangi dan tidak pernah absen adalah ketika jam menunjukkan pukul

16.00. Iya, pada saat itu merupakan kegiatan rutin kami anak KP di LBN yaitu bermain voli. Saya awalnya tidak pandai bermain voli, tapi ada keinginan untuk terus belajar dan akhirnya bisa. Banyak hal yang saya dapatkan dari bermain voli. Selain voli, kami biasanya bermain bola di pantai juga, sambil menikmati senja di pantai. Oh nikmatnya hari-hari itu.
Di LBN ini juga saya bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah dan dari berbagai kampus. Banyak dari mereka semua berbeda dalam segi bahasa dan kelakuannya. Dari sini juga saya belajar untuk menerima perbedaan itu, dan seperti yang Bang Ricky bilang bahwa terima dulu kondisi dan perbesarlah lahan parkir di hatimu. Oh ya, ada satu hal yang berkesan lagi pada saat di LBN, yaitu setiap seminggu sekali, lebih tepatnya setiap hari Senin, kita diajarkan bagaimana presentasi yang bagus oleh Bang Ricky. Dan itu merupakan pelajaran berharga bagi saya, karena memang selama ini anak saintek kalah dalam hal menyampaikan pendapat di muka umum, oleh karenanya presentasi itu sangat penting. Pada akhirnya, tim data logger kami tidak bisa menyelesaikan proyek data logger dengan sempurna. Data logger yang kami buat tidak bisa menyala, dikarenakan banyak hal, mulai dari pengerjaannya yang hanya dua hari, sehingga mugkin kami ceroboh dalam membuatnya.

Banyak hal juga pelajaran yang bisa kami ambil. Selama ini mungkin saya sering menyepelekan pekerjaan yang tampaknya mudah dilakukan, seperti halnya menyolder dan me-routing pcb. Pada akhirnya saya tau bahwa saya selama ini salah, dan dari sini saya mendapatkan banyak pelajaran. Walau data logger ini belum selesai di LBN Januari kemaren, tapi saya punya niat untuk kembali ke LBN tahun depan membawa data logger yang udah jadi. Jika ditanya, apakah saya bahagia kerja praktek di sini. Tentu jawaban pastinya adalah sangat sangat bahagia sekali. Terima kasih buat teman-teman dan pihak LBN yang telah mengajarkan saya banyak hal. Mungkin sekian cerita Ciheras yang saya buat ini, mohon maaf jika ada kesalahan kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *