ciheras university

Aku dan Ciheras

Ciheras adalah salah satu impian yang tertunda, impian yang terbangun di tahun 2014 harus mengikuti skenario Sang Sutradara untuk mengantarkan aku menginjakkan kaki di tempat ini tiga tahun setelahnya, iya tepatnya di bulan Juni, di bulan Romadhon yang penuh dengan keberkahan itu. Setelah melewati lika-liku sekian rencana yang belum teralisasi, sore menjelang magrib ketika di Stasiun Gubeng Surabaya, perlahan kereta bertolak menuju Tasikmalaya menempuh ratusan kilometer untuk tiba di tempat ini. Ya, sampai dalam perjalanan sekalipun diri ini terus bertanya, apakah ini hanya sebuah mimpi? Namun, pertanyaan itu tidak dapat menghentikan laju kereta yang terus melaju. Ini adalah panggilan
jiwa, Welcome to Tasikmalaya self.

Bagiku mencoba hal baru dalam hidup merupakan suatu bentuk investasi masa depan, termasuk mendatangi tempat baru dan berkenalan dengan orang baru. Subuh hari di Stasiun Tasikmalaya, sugguh terasa nikmat tubuh ini ketika dapat merarsakan atmosfir tempat ini, daerah yang dingin, dan logat sunda yang asyik seperti alunan lagu lagu yang sayu, berjalan
berlahan keluar dari stasiun untuk mencari angkot, tersenyum sendiri ketika mendengar orang sekitar berlogat sunda, ini memiliki kenikmatan tesendiri. Masih berjalan dengan tas semi carrier di pundak, sesekali bertanya dengan orang sekitar tentang tepat tujuan, hingga akhirnya berjodoh dengan abang tukang angkot dekat Pasar Pancasila, chuuuzzz padayungan kemudian menunggu sekitar dua jam dan berangkat dengan sakura melewati kelok 1000.

Welcome to Ciheras
Berada di Ciheras ketika Romadhon itu merupakan suatu hadiah khusus oleh Yang Maha Kuasa di tahun ini 2017, yah meskipun sudah bertahun-tahun merantau dan berkali-kali tidak lebaran di rumah, selalu ada cerita yang menarik, dan kali ini ceritanya adalah cerita ala Ciheras. Asyiknya bisa sahur bareng sama Bang Ricky dan teman-teman momen yang
menurut ku sangat-sangat spesial hahaha, soalnya biasa kepoin FB-nya tentang segala bentuk cerita motivasi dan kali ini bisa sahur dan berbuka bareng, tambah terawih sampe lebaran bareng, ini jauh dan sangat lebih spesial dari sekedar ngikut seminar Abang trus minta foto, lewat luuuur hahahaha.

Tempat ini adalah surganya para engineer, dan ada sahabat yang mengatakan kalau tempat ini adalah miniatur Indonesia. Di sinilah tempat dipetemukan dengan orang-orang dari berbagai daerah dan kampus, ya berada di tempat ini mulai Juni hingga Agustus akhir kala itu memberikan pengalaman yang berwana dalam cerita hidup ini. Belajar untuk mengalah, belajar untuk bersabar belajar untuk melapangkan lahan parkir, belajar dan berlatih untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan masih banyak pelajaran lainnya yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Bersyukur dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari cerita Ciheras. Berkenalan dan mengetehaui sosok Abang secara langsung merupakan suatu pencapaian bagiku, terlepas dari bagaimanapun pandangan orang lain. Dari tempat ini dengan beragam aktifitasnya dalam keseharian perlahan membawa ku kembali pada peta hidup yang kala itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *