ciheras university

CIHERAS SEGALANYA

Imam

Teknik Mesin – ITS

Perkenalkan, nama saya Imam. Saya adalah mahasiswa Teknik Mesin ITS angkatan 2014. Sudah lebih dari satu bulan saya KP di Site Ciheras yaitu Lentera Bumi Nusantara, kebetulan, nanti sore saya akan mengakhiri kegiatan KP saya di sini. Ciheras adalah tempat yang menarik, saya belajar mengenai banyak hal di sini, mulai dari mempelajari Turbin angin secara keseluruhan dan perancangan Bilah untuk memenuhi tuntutan kerja praktek, hingga belajar penyulingan (destilasi), pertanian dan peternakan, bisnis, kehidupan sosial, menejemen diri, komunikasi, bahkan pengembangan potensi diri dan teamwork.

Kegiatan di Ciheras dimulai dengan briefing pada jam 8 pagi. Pada pagi hari sebelum briefing, biasanya anak-anak KP mengisi waktunya dengan bermain voli, latihan senam kapoera, nge-jim, MCK, atau sekedar menikmati suasana pagi di bawah putaran kincir. Selepas briefing, barulah segala aktivitas kemahasiswaan dimulai. Kemudian pada jam 4 sore, biasanya semua kegiatan sudah dihentikan dan dilanjutkan dengan olahraga bersama. Setelah itu, pada jam 8 malam dilakukan evaluasi.

Ada pembagian dalam beberapa tim berdasarkan peminatan, diantaranya ada tim bilah, tim generator, tim controller, dan tim data logger. Saya tergabung dalam tim bilah bersama dengan Billy dan Ew dari Teknik Fisika ITB. Pada awal pembentukan tim, kegiatan kami adalah belajar dan belajar, sampai setelah dirasa cukup kemudian kami mencoba merancang dan mewujudkan bilah tipe VAWT (Vertical Axis Wind Turbine). Dari yang awalnya bertiga, semakin lama anggota tim kami semakin banyak, ada Bang El dari Teknik Kelautan ITS, Shomad dari Teknik Listrik Politeknik Negeri Madiun, Rio Redo dan Farid dari Teknik Mesin ITP, Ardy dari Teknik Mesin Unhas, Basori dari Teknik Mesin Unnes, dan yang baru datang 4 hari lalu ada Ardi dan Rizal dari Teknik Mesin Universitas Bengkulu. Bersama-sama kami mencoba mewujudkan kincir angin tipe VAWT. Mulai dari menggolok kayu, mengampelasnya, dan mendempulnya kami lakukan dengan tangan kami sendiri. Dari banyak kegiatan di sini, yang paling saya tunggu-tunggu adalah ceramahnya Bang Ricky tentunya. Biasanya saat briefing atau evaluasi, Bang Ricky bercerita tentang apa yang dilakukannya, kadang juga membacakan buku berbahasa Jepang berjudul Gen Kaioto Patsuru Manabugijutsu yang kurang lebih artinya “teknik belajar untuk melewati batas-batas diri”. Entah kenapa, setiap pembahasan pada bab-babnya seringkali sesuai dengan kondisi yang saya alami. Ciheras menjadi tempat yang unik karena keberagamannya, segala sesuatu di sini bisa menjadi pelajaran bagi saya. Mulai dari hal-hal mendasar tentang pandangan hidup hingga hal sepele seperti sendal bisa menjadi objek pembelajaran. Saya juga mengamati bagaimana wanita menghadapi perubahan situasi yang mendadak. Dari yang awalnya bukan siapa-siapa, kini menjadi primadona (maklum, disini spesies wanita sangat langka) atau dari yang awalnya primadona, tiba-tiba harus rela mendapat posisi kedua atau ketiga karena kedatangan primadona baru, hehehe… sungguh menarik untuk diamati. Ada juga tipe yang kalem-kalem saja mengalir seperti air, tapi menghanyutkan, saya rasa.

Pada awalnya, tujuan saya KP di Ciheras adalah untuk menghindar dari seluk beluk perusahaan yang dulu saya nilai sebagai kapitalis yang hanya peduli dengan keuntungan perusahaan. Karena idealism saya ini kemudian muncul ide untuk KP di Ciheras. Di Ciheras, saya bisa belajar bertani dan berternak dengan “embel-embel” kerja praktek. Namun, tidak sampai satu minggu berada disini, saya sadar bahwa penguasaan teknologi sesungguhnya sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Termasuk juga penting bagi pertanian dan peternakan. Dan tentunya semua itu juga tergantung bagaimana sikap kita, dan saya memilih untuk menggerakkan dunia dan menerangi dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *